Pages: [1] 2 3 4   Go Down
Print
Author Topic: [Share and Discuss] Tentang Bahan Bakar (yang cocok) untuk AX kita  (Read 955 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
izzi_the_man
Founder X-VOC
*


Blacky L-1704-CC

Reputasi: +21/-0
Offline Offline

Last Login:May 11, 2012, 18:07:37
Posts: 808


« on: September 30, 2011, 16:54:47 »

Mungkin sudah terlalu sering kita mendengar atau membaca tentang bahan bakar untuk kendaraan kita, bahkan tak jarang berujung dengan perdebatan dengan berbagai latar belakang...

Mudah-mudahan rekan-rekan tidak bosan dengan pembahasan mengenai bahan bakar ini, terutama untuk AX kita.

"Mobil atau Motor kita baiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax Plus yang merupakan produk Pertamina, dan ada juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell dan Petronas. Semakin banyak lagi pilihan kita.

Mesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan seterusnya.



Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin mobil/motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga. Wah jadi bagaimana dong?

Jika kita cermati spesifikasi kendaraan kita, pada brosur yang baik akan menampilkan informasi rasio kompresi (Compression Ratio / CR). CR ini adalah hasil perhitungan perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja. terlihat pada tabel, bahwa CR mesin mobil Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia adalah 11 : 1




Dari informasi spesifikasi brosur tersebut, kita bisa menentukan bahwa mesin mobil AX kita tersebut memerlukan jenis bensin yang bernilai oktan 95, yaitu bensin Pertamax Plus. What !!  

*Mohon dicek lagi ah...*

Bagaimana Jika Diisi Bensin Dengan Oktan Lebih Rendah?

Bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi. Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang tinggi), yang akan menjadi masalah adalah, ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar tersebut. Kita sering mendengar istilah “Ngelitik” (pinging/knocking). Bagaimana menggambarkan ‘kejam’nya ngelitik yang dirasakan piston? Ibarat telapak tangan kita ditusuk2 dengan paku… kira-kira begitu. Perlahan namun pasti.. membuat piston seperti permukaan bulan… dan bahkan bisa bolong!.. hiiii….



Saat terjadi ‘ngelitik’, bensin tidak menjadi tenaga yang terpakai. Kerja mesin tidak optimal. Kembali diulang, mesin yang CR nya tinggi, memerlukan bensin yang lambat terbakar. Semakin tinggi nilai CR, bensin harus semakin lambat terbakarnya (oktan tinggi).

Nah, jadi untuk teman-teman, cermati nilai CR mesin mobil/motor kita (bisa intip pada daftar di bawah), isilah bensin yang sesuai untuk mesin tersebut.

Kesimpulan:

- Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain).
- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi).
- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah)
- Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

"
[sumber : saft7.com]

Sekedar sharing pengalaman abis carbon cleaning kemaren, blacky pernah menggunakan bahan bakar shell super (setara pertamax) yang mengandung nilai oktan 92 (sesuai yang tertulis di balik tutup tangki bensin) selama kurang lebih 10 bulan terakhir, sebelum akhirnya memakai premium lagi seperti saat-saat awal dulu.

Ternyata, setelah 55 ribu, deposit kerak karbon pada sillinder belum terlalu hitam (hanya menghasilkan cairan seperti teh, bukan kopi, kecuali silinder no. 1 yang hitam seperti kopi, hehehe...)

begitu pula ISCV, tidak terlalu kotor...

Kesimpulannya, penggunaan bbm dengan nilai oktan 92, membuat ruang bakar menjadi relatif lebih bersih, sehingga waktu yang diperlukan untuk pekerjaan carbon cleaning menjadi relatif panjang, mungkin bisa 2 kali lebih lama dibanding mesin yang menggunakan premium.

Just sharing aja, berikutnya mungkin bisa didiskusikan kelebihan dan kekurangan pemakaian premium dan pertamax, dikaitkan dengan banyak faktor, antara lain :
- Perbedaan harga pertamax yang nyaris 2 kali lipat dibanding harga premium
- Perbedaan tenaga dan kondisi kesehatan serta kebersihan mesin, apakah worthed kita mengeluarkan duit 2 kali lebih banyak...?

Lanjuuut...  mantab  
Logged

Let's Build our car, not just Bought it !
silvervanza
Anggota X-VOC
*



Reputasi: +39/-0
Offline Offline

Last Login:May 18, 2012, 18:39:41
Posts: 997


« Reply #1 on: September 30, 2011, 18:12:02 »

my verza always drink pertamax..    

mau pake pertamax plus gak ada yg jual disini..  ngakak
Logged

Verza
KT 1828 GA
X-VOC 038
doc4rs
Moderator
*


XeLijaduL 1 9 7 7 L D

Reputasi: +28/-0
Offline Offline

Last Login:May 16, 2012, 15:55:31
Posts: 1410


« Reply #2 on: September 30, 2011, 20:51:58 »

dari awal punya Xeli cuma minum per-mium ... biar irit dan ada dimana-mana (bisa beli eceran lagi.....  hehehe  hehehe  hehehe )

btw nice share mas Iz ....  mantab
tapi saya tertarik atao malah dikata kurang paham pada bagian kesimpulan :

- Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain).
- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi).
- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah)
- Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.
 yang bold itu kan mestinya yang tidak kita suka, tapi kenapa dianjurkan memakai bensin dg oktan tinggi/terlalu tinggi ya.... jadi kalo gitu pada oktan rendah hal diatas tidak akan terjadi (utamanya yang bold) .... ada yang bisa njelasin
    sungkemdulu
Logged

X-VOC 077-XeLijaduL 1 9 7 7 L D
"DIY" thing pleasing and easy to if we will
tolojagoan
DaGRe Owner
Komandan X-VOC
*



Reputasi: +181/-0
Offline Offline

Last Login:May 20, 2012, 00:24:17
Posts: 5845


WWW
« Reply #3 on: October 01, 2011, 00:45:24 »

segala sesuatu pasti kelebihan dan kekurangannya , begitu juga dengan pemilihan penggunaan bbm pada mobil kita. Saat pertama kali si dagre sampe di rumah, saya sempat tanya sama si pengantar tentang bbm apa yang di isikan tadi saat akan di kirim, dan dijawab pake premium. Maka sejak itu si dagre pake premium. Dan selama ini masih gak ada masalah berarti dan tetep enak di bejek aja winking2, juga gak ada gejala knocking / ngelitik , jadi tetep pake premium sampe sekarang.

bahkan saat turun di even kemarin, dapat petunjuk dari tuner yang bikin PB , gunakan premium only ngakak
Logged

[ too many DIY, can purge your brain ] -  X-VOC 001
Deny Swadiantara
Komandan Kompi
****


X-VOC 015

Reputasi: +66/-0
Offline Offline

Last Login:May 18, 2012, 13:28:23
Posts: 3427


« Reply #4 on: October 01, 2011, 10:13:11 »

klo ga salah, ECU mobil di indonesia sekelas AX disetting utk premium ya? CMIIW
Logged
Deny Swadiantara
Komandan Kompi
****


X-VOC 015

Reputasi: +66/-0
Offline Offline

Last Login:May 18, 2012, 13:28:23
Posts: 3427


« Reply #5 on: October 03, 2011, 14:26:40 »

dapet ini nih


jadi kompresi AX sebenernya 10:1 ato 11:1 ya? bingung juga
Logged
lele_balap.DCOE
X-VOC Taruna
*



Reputasi: +1/-0
Offline Offline

Last Login:December 09, 2011, 08:05:01
Posts: 25


« Reply #6 on: October 03, 2011, 14:41:54 »

jadi supaya dapat minum premium mesin kita harus dipasangi turbo ya.. kan mau-nggak mau kompresi harus diturunin.. tapi kenapa kompresinya tinggi banget sih? apa ngejar akslerasi ya? tapi apapun minumnya yang penting nggak kehujanan...
Logged

urip sejatine gawe urip
izzi_the_man
Founder X-VOC
*


Blacky L-1704-CC

Reputasi: +21/-0
Offline Offline

Last Login:May 11, 2012, 18:07:37
Posts: 808


« Reply #7 on: October 03, 2011, 15:26:15 »

my verza always drink pertamax..   

mau pake pertamax plus gak ada yg jual disini..  ngakak

hehehe... mantap tuh !


- Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain).
- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi).
- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah)
- Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.
 yang bold itu kan mestinya yang tidak kita suka, tapi kenapa dianjurkan memakai bensin dg oktan tinggi/terlalu tinggi ya.... jadi kalo gitu pada oktan rendah hal diatas tidak akan terjadi (utamanya yang bold) .... ada yang bisa njelasin
    sungkemdulu


Mungkin yang lebih pas, disesuaikan dengan nilai rasio kompresi atau menyesuaikan dengan settingan... (Waktu pengapian, dalam hal ini berhubungan dengan ECU, dsb)

Yang saya tau sih, kalo diisi bahan bakar dengan nilai oktan terlalu tinggi bisa mengakibatkan jebol....

*jebol dompetnya...  *

segala sesuatu pasti kelebihan dan kekurangannya , begitu juga dengan pemilihan penggunaan bbm pada mobil kita. Saat pertama kali si dagre sampe di rumah, saya sempat tanya sama si pengantar tentang bbm apa yang di isikan tadi saat akan di kirim, dan dijawab pake premium. Maka sejak itu si dagre pake premium. Dan selama ini masih gak ada masalah berarti dan tetep enak di bejek aja winking2, juga gak ada gejala knocking / ngelitik , jadi tetep pake premium sampe sekarang.

bahkan saat turun di even kemarin, dapat petunjuk dari tuner yang bikin PB , gunakan premium only ngakak

Nah, ini yang saya maksud, ndan... Beberapa kasus knocking / ngelitik tuh banyak dirasakan ketika mobil dah pernah coba-coba pake bahan bakar ber oktan tinggi, trus balik lagi ke premium...  :-[

Apakah mungkin karena ECU telah menyesuaikan kondisi pengapian sesuai jenis bahan bakar yang dipakai ? Sebenernya kalo cuma masalah ini, toh bisa dengan jalan reset ECU... Tapi beberapa kali black pake shell dan balik lagi pake premium, gejala knocking (kadang-kadang) masih terasa, padahal udah reset ECU. 

klo ga salah, ECU mobil di indonesia sekelas AX disetting utk premium ya? CMIIW


Udah paham tuh ama kebiasaan org Indonesia, klo bisa pake BBM yg murah, kenapa musti beli BBM yg mahal ! Hehehe...

dapet ini nih


jadi kompresi AX sebenernya 10:1 ato 11:1 ya? bingung juga

Nah lo... Mana yang bener ya ? 

Test kompresi aja kali ya ?

jadi supaya dapat minum premium mesin kita harus dipasangi turbo ya.. kan mau-nggak mau kompresi harus diturunin.. tapi kenapa kompresinya tinggi banget sih? apa ngejar akslerasi ya?


Dengan kompresi yang lebih tinggi,
tenaga ledakan (hasil pembakaran) yang dihasilkan lebih besar.

Betul, om... Pasang turbo yuk...! Hehehe...

tapi apapun minumnya yang penting nggak kehujanan...

 mantab
Logged

Let's Build our car, not just Bought it !
tolojagoan
DaGRe Owner
Komandan X-VOC
*



Reputasi: +181/-0
Offline Offline

Last Login:May 20, 2012, 00:24:17
Posts: 5845


WWW
« Reply #8 on: October 04, 2011, 00:09:08 »

knocking bisa terjadi karena penumpukan kerak di ruang bakar lho mas winking2

kalo sekarang masih knocking ndak .. oh ya
Logged

[ too many DIY, can purge your brain ] -  X-VOC 001
Ian-Ngalam
Anggota X-VOC
*


eMasku

Reputasi: +8/-0
Offline Offline

Last Login:April 03, 2012, 11:25:26
Posts: 252


« Reply #9 on: October 04, 2011, 10:43:00 »

Knocking jg dirasakan pada eMasku setelah pernah mencoba pertamax plus dan kembali ke premium. Kalo diisi pertamax plus lagi maka knocking akan hilang. Sampai2 beres pun angkat tgn mengenai hal ini ( malah diuruh isi pertamax plus trus) jeduut....
Logged

X-VOC 093
Champagne AVG 2006
N 357 DK
[ S A S 3 4 ]
Tamiya Jadul
Moderator
*



Reputasi: +45/-0
Offline Offline

Last Login:May 10, 2012, 19:18:29
Posts: 977


« Reply #10 on: October 04, 2011, 13:07:49 »

Kl knocking sebenarnya bs dengan memundurkan timing dr ecu, kl beres yg baik harusnya akan di lakukan pemunduran timing via soket yg deket ecu, setahu ane bisa sampai 2 step pemundurannya.
Logged

A little over-engineering can be good...
Too much and you're just chasing your tail....
aries setyono
Anggota X-VOC
*


Reputasi: +6/-0
Offline Offline

Last Login:May 15, 2012, 17:39:16
Posts: 189


« Reply #11 on: October 04, 2011, 13:21:30 »

Saya sdh 2 kali ganti mobil, yang pertama pakai XeLi, mulai baru sampai saya jual saya isi premium, tidak ada masalah dgn mesin & tdk ngelitik (setelah pakai 2 tahun saya jual krn pingin beli yg CC besar, maklum buat angkut-angkut barang). Yg kedua pakai XeXi, mulai baru sampai sekarang saya minumi Premium, juga tdk ada masalah/ tdk ngelitik & tarikan luar biasa (kecuali kalau lagi angkut barang full agak loyo), kalaupun ada masalah dengan kendaraan ya dijual lagi  2 jempol.
makanya mulai baru harus dibiasakan tidak manja, kalau ada yg lbh murah kenapa harus beli yg mahal ngacir-ngacir,
lagian kita kan juga sdh bayar pajak, kalaupun dilarang pemerintah harusnya lbh tegas lagi DILARANG PAKAI PREMIUM TANPA TERKECUALI  jitak
Logged

Black XeXi 2010
S 1370 V
aries setyono
Anggota X-VOC
*


Reputasi: +6/-0
Offline Offline

Last Login:May 15, 2012, 17:39:16
Posts: 189


« Reply #12 on: October 04, 2011, 13:32:16 »

Tambahan :
Sdh dicoba kemarin pas lebaran, Mojokerto-Surabaya-Jakarta Non Stop, pakai BB Premium, Jumlah penumpang 6 orang, performance mesin luar biasa, tarikan nggak ada masalah, ngelitik tidak ada, Konsumsi bahan bakar 1:13.5 (dibuat kebut-kebutan, maklum jalan malam hari & rpm 3000 keatas terus).
Cuma yang capek yg nyetir karena tempat duduk dirasa kurang nyaman & kecepatan 120 km/jam di tol kanci terasa "ngeleyang" kalau keterpa angin kencang.
Logged

Black XeXi 2010
S 1370 V
Deny Swadiantara
Komandan Kompi
****


X-VOC 015

Reputasi: +66/-0
Offline Offline

Last Login:May 18, 2012, 13:28:23
Posts: 3427


« Reply #13 on: October 04, 2011, 13:43:39 »

@ om aries setyono : setuju om... klo ada yg murah kenapa harus yg mahal hehehehehe
sy pake turbo tetep isi premium. ga ada masalah mantab


kecuali klo ada event baru upgrade ke pertamax puls ngibrit
Logged
izzi_the_man
Founder X-VOC
*


Blacky L-1704-CC

Reputasi: +21/-0
Offline Offline

Last Login:May 11, 2012, 18:07:37
Posts: 808


« Reply #14 on: October 04, 2011, 15:20:27 »

knocking bisa terjadi karena penumpukan kerak di ruang bakar lho mas winking2

kalo sekarang masih knocking ndak .. oh ya

Sebenernya sejak pake premium lagi beberapa bulan ini, knocking atau ngelitik udah gak ada lagi, ndan...  mantab

Cuma borosnya itu loh...  jeduut

Btw, ini ngomong soal penguapan premium, bener gak sih besarnya penguapan pada premium ini sangat signifikan ? Terutama buat kendaraan yang jarang dipakai...

 
Logged

Let's Build our car, not just Bought it !
Pages: [1] 2 3 4   Go Up
Print
Jump to: