Pages: [1] 2  All   Go Down
Print
Author Topic: Tentang Olie (by SAS34)  (Read 1221 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
tolojagoan
DaGRe Owner
Komandan X-VOC
*



Reputasi: +181/-0
Offline Offline

Last Login:May 20, 2012, 00:24:17
Posts: 5845


WWW
« on: September 19, 2011, 01:12:52 »

Disarikan dari http://www.bobistheoilguy.com dengan beberapa tambahan dari pengalaman pribadi.

Semoga dapat menjadi bahan diskusi yg bermanfaat untuk kita semua dalam menentukan oli yang cocok dan terbaik bagi kendaraan kita.

Perlu diperhatikan “Pelumasan adalah merupakan sifat dasar yang sudah dimiliki oleh oli, sedangkan pengaruh besar kecilnya sirkulasi aliran oli di mesin dan besarnya tekanan dalam pelumasan tidak ada hubungannya dengan sifat dasar dari oli (pelumas). tetapi kekentalan dari oli lah yg mempengaruhi besar kecil nya tekanan dan sirkulasi aliran dari oli.”
Sebagai analoginya adalah madu (kental) dan air (cair) yg masing² dimasukan kedalam injeksi untuk suntikan yg berbeda, maka dengan tekanan yg sama output dari air akan lebih besar dan  juga lebih cepat terdorong keluar.

Pompa oli juga dapat memompa air dengan baik, tapi sayangnya air tidak akan memberikan efek pelumasan yang ideal.

Jika kita meningkatkan tekanan (mengganti dgn pompa oli yg lebih high output), maka secara otomatis juga akan meningkatkan aliran oli, namun sirkulasi yg diharapkan tidak akan langsung berbanding lurus dengan tekanan. Namun dengan mempergunakan oli yg lebih encerlah yang akan berakibat pada meningkatnya aliran oli.

Semakin tinggi aliran oli (oli bersirkulasi), maka akan membantu/mempercepat proses penurunan panas mesin.
Semakin tinggi tekanan oli akan membantu untuk menjaga bagian logam seperti bearing tidak mengalami gesekan berlebih (scuffing). Tekanan oli yang tinggi sangat diperlukan pada RPM yang tinggi pula, sehingga akan terjadi bantalan pelumasan yang cukup, Namun bila tekanan yang tinggi sudah terjadi pada saat RPM rendah, maka tidak akan  ada penyaringan oli di filter oli, karena pada umumnya oil release valve akan membuka pada tekanan 4-5 bar.

Selanjutnya akan dibahas mengenai “Kinematic viscosity” pada 40°C dan pada 100°C
Sebagai contoh :
Shell Helix HX7 SAE 10W-40   92,1 @40°C dan 14,4  @100°C
Castrol Magnatec SAE 10W-40   95,3 @40°C dan 14,34 @100°C

Pada 40°C adalah suhu oli saat mesin baru dihidupkan kira² 2-3 menit
Pada 100°C adalah suhu oli yang dianggap akan tercapai setelah dilakukan high rev selama 3 menit setelah sebelumnya mesin berjalan kira² setelah “15 – 20” menit.

http://www.lubricanthub.com/content/shell-helix-hx7
http://datasheets.bp.com/bpglis/lubtds.nsf/technicaldata/B338C08F7EC1D3DA8025722900504CF5?OpenDocument

Kinematic viscosity untuk lebih mudahnya dapat dianggap sebagai kekentalan oli pada suhu @..... °C
“Idealnya kekentalan pada oli adalah 10 pada 100°C” (pada kenyataannya suhu oli dengan pengendaraan “normal” selama beberapa jam hanya berkisar 95-98°C)
Namun kondisi ideal diatas tergantung kepada design mesin masing² kendaraan, maksudnya bila jeroan mesin memiliki banyak lobang² kecil/halus maka akan mengakibatkan besarnya hambatan dalam aliran oli, maka kekentalan 10 tidaklah cukup, demikian juga sebaliknya.

Alasan dibahasnya “Tekanan” dan “Aliran” pada oli mesin adalah :
Oli yg mengalir di mesin berdasarkan adanya pergerakan dari pompa oli yang perputarannya tergantung dari putaran mesin. Perputaran pompa oli akan menghasilkan tekanan pada oli yg mengakibatkan terjadinya aliran sirkulasi yang akan memberikan pelumasan pada jeroan mesin. Apakah ini kondisi pelumasan yg ideal bagi mesin ? jawabannya bisa “Ya” bila sudah terjadi pelumasan yg ideal, yaitu kondisi dimana suhu kerja oli sudah mencapai suhu idealnya (95-98°C), kekentalan oli juga sudah mencapai tingkat kekentalan yg sesuai (10) sehingga aliran oli karena adanya tekanan pompa oli sudah menjangkau seluruh jeroan mesin dengan tekanan yang “PAS” (* akan dibahas lebih lanjut).
Bayangkan pada saat pertama kali mesin dihidupkan di pagi hari, dimana mesin masih dalam keadaan dingin, demikian juga dengan suhu oli didalamnya (ingat suhu berpengaruh terhadap kekentalan oli) ketika dynamo starter mulai berputar untuk memulai siklus awal di mesin, saat itulah mulai terjadi pergesekan di jeroan mesin. Padahal saat itu semua oli masih berada dibawah di dalam oil pan, yg tersisa disisi atas dari jeroan mesin hanyalah sisa dari lapisan film dari oli yang “menempel” di logam. *Perlu diperhatikan bahwa pelumas yang terbaik sekalipun bila dipergunakan di dalam mesin tanpa adanya proses aliran/sirkulasi juga tidak akan ada gunanya, krn pelumas tsb akan segera mengalami peningkatan panas dari gesekan yg timbul sehingga akan mengalami penurunan kualitas dan akan menjadi rusak. (bandingan dengan oli yang dipergunakan di gardan yang tidak memiliki pompa oli)

Sehingga tepat bila dikatakan kerusakan pada mesin, lebih sering disebabkan saat mesin dalam keadaan dingin dan bukan pada saat mesin yg sudah mencapai suhu ideal.
Untuk mengatasi gesekan yg sudah terjadi pada saat dynamo starter dimulai, dapat dikatakan tidaklah mungkin , kecuali bila saat itu mesin masih berada dalam suhu idealnya yaitu (95-98°C). Hal terbaik yg dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gesekan berlebih adalah dengan mempergunakan oli yang berkualitas baik juga dengan kekentalan yang bisa mendekati ideal saat kondisi mesin dingin maupun panas.

Sebagai gambaran dari kondisi kekentalan oli saat mesin dingin maupun panas dapat dilihat dari beberapa merek dengan SAE yg berbeda-beda.

          @40°C     @100°C
20W-50   160      18,0   
15W-50   125      18,0   
15W-40   114,5      15,0   
10W-40     95,3      14,34   
 5W-40     86,2      14,2   
 5W-30     55,75      10,35   
 5W-20     49,8      8,9    
 0W-20     42,4      8,4   
 0w-50      100,4      18,0   


Terlihat bahwa angka SAE yang berbeda akan menunjukan kondisi kekentalan oli yang berbeda pula.

Sebagai catatan bila kendaraan yang dipergunakan lebih sering untuk high rev (tentunya setelah oli mencapai suhu kerjanya), maka sebaiknya pergunakanlah 5W-40, karena oli jenis ini lebih memiliki sisi performance dibandingkan dengan dibawahnya yang lebih mengutamakan energy saving, juga dari sisi High Temperature and High Shear (HTHS) oli dengan SAE 5W-40 yang umumnya sudah memiliki index HTHS lebih dari 3,5. HTHS sendiri adalah perlindungan yang diberikan oleh pelumas terhadap gesekan metal dengan memberikan lapisan tipis bantalan pelumasan, semakin tinggi nilainya akan semakin baik perlindungannya dan biasanya HTHS ini lebih diperlukan untuk pelumasan journal bearing.

Sebenarnya dengan semakin tinggi index HTHS ini akan semakin tinggi kekentalan dari oli, sehingga akan menimbukan suatu dilema.

Adapun mengenai masalah pemilihan oli dari jenis mineral ataupun synthetic (selain harga), sebenarnya oli synthetic akan memberikan manfaat dibandingkan dengan oli mineral, karena
Antara 10W-30 (multi grade) mineral dan synthetic, maka mineral akan mempergunakan base dari kekentalan 10 yang kemudian ditambahkan Viscosity Index Improver(VII) yang merupakan semacam additive yang berguna untuk mengentalkan oli saat suhu menjadi panas, sehingga oli tidak menjadi terlalu encer saat sudah mencapai suhu kerja mesin, sayangnya additive VII ini mudah rusak sehingga oli akan kembali kekentalan awalnya yang justru akan membahayakan saat mesin sudah mencapai suhu kerjanya.
Hal yang berlawanan justru terjadi pada synthetic, karena sebagai base oil nya adalah kekentalan 30 sehingga tidak memerlukan additive VII dan kekentalan 30 pada oli synthetic akan lebih encer dari oli mineral pada kekentalan 10 (untuk oli multi grade).
Selain itu synthetic lebih memiliki ketahanan terhadap oksidasi, suhu tinggi, gesekan, timbulnya endapan sangat kecil terjadi, dengan SAE yang sama bila dibandingkan dengan oli mineral, maka synthetic lebih encer, sehingga pastinya akan lebih mudah mengalir. Dari semua kelebihan synthetic dari mineral di atas, maka pastinya jangka waktu penggantian oli synthetic akan lebih lama dari oli mineral, sehingga harga synthetic yang memang lebih tinggi dari oli mineral akan dapat  dikompensasikan.

Dari sini dapat disimpulkan kalau oli mesin mempunyai fungsi yg sama seperti darah dalam tubuh mahluk hidup. Seiring dengan pemakaian kendaraan, maka fungsi oli akan mengalami penurunan dan biasanya juga karena terjadinya proses oksidasi. Setelah oli mengalami penurunan kualitas, kandungan didalamnya akan ikut berubah, untuk memperlambat terjadinya proses oksidasi ini maka dipergunakan campuran antioxidan dan juga detergent yg bertujuan untuk membersihkan proses hasil pembersihan dari antioxidan tadi, dan ini semua merupakan salah satu additive yg sering dipergunakan dalam campuran oli, prosentasenya tergantung dari masing² produsen oli.

Kandungan² additive lainnya yg juga umum dipegunakan adalah :
* Viscosity Modifier (bertujuan meningkatkan kekentalan oli seiring dengan peningkatan suhu)
* Pour Point Depressant (memungkinkan oli masih dapat bersirkulasi saat suhu rendah/starter)
* Antiwear and EP Agent (mengurangi gesekan)
* Corrosion and Rust Inhibitor (mencegah timbulnya karat/korosi pada metal) Dll.

1 hal lagi yang penting untuk dibahas adalah, jangan menambah additive apapun ke dalam oli mesin, karena untuk mencapai formula yang ideal dari suatu produk oli sehingga bisa memperoleh sertifikasi internasional seperti SAE, JASO, ILSAC, API, ACEA dll ataupun sertifikasi langsung dari pabrikan kendaraan Eropa yang terkenal sangat ketat terhadap pemilihan oil yang akan dipergunakan di mesin²nya tidaklah mudah, peusahaan oli pastinya telah melakukan serangkaian penelitian terhadap produknya yang bahkan untuk lulus test terhadap pabrikan kendaraan eropa, mereka akan saling bekerja sama dalam melakukan serangkaian uji coba terhadap additive yang mereka gunakan sehingga dapat menjadi oli yang high performance.
Yang dikhawatirkan dengan tambahan additive lain, justru akan dapat mengacaukan susunan formula asli oli high performance tsb.
Logged

[ too many DIY, can purge your brain ] -  X-VOC 001
doc4rs
Moderator
*


XeLijaduL 1 9 7 7 L D

Reputasi: +28/-0
Offline Offline

Last Login:May 16, 2012, 15:55:31
Posts: 1410


« Reply #1 on: September 19, 2011, 07:41:30 »

nice inpho Ndan & mas SAS .... btw saran olie yang recomended untuk AX kita yang gimana ....  hmmm
tentunya yang murmer  malu
saya selama ini pake olie synthetic SAE 10W-40 
Logged

X-VOC 077-XeLijaduL 1 9 7 7 L D
"DIY" thing pleasing and easy to if we will
[ S A S 3 4 ]
Tamiya Jadul
Moderator
*



Reputasi: +45/-0
Offline Offline

Last Login:May 10, 2012, 19:18:29
Posts: 977


« Reply #2 on: September 19, 2011, 12:05:59 »

10W-40 ane blum nemu yg full syn, kl synthetic blend banyak.
Sarannya yah pk yg se-encer mungkin kl untuk pemakaian sehari-hari, kl untuk kondisi ekstrem yg mencapai panas tinggi silahkan turunkan ke-encerannya.
Pengertian panas tinggi disini biasanya tidak akan pernah tercapai walaupun sampai bermacet-macetan di kondisi mesin yg sehat. Kondisi panas tinggi tsb baru akan tercapai dlm kondisi high rev terus menerus.
Logged

A little over-engineering can be good...
Too much and you're just chasing your tail....
Ian-Ngalam
Anggota X-VOC
*


eMasku

Reputasi: +8/-0
Offline Offline

Last Login:April 03, 2012, 11:25:26
Posts: 252


« Reply #3 on: September 19, 2011, 19:20:33 »

 mantab nice info, ndan!! Ijin nyimakk... Meskipun agak pusing baca artikel ini.. jeduut
Logged

X-VOC 093
Champagne AVG 2006
N 357 DK
tolojagoan
DaGRe Owner
Komandan X-VOC
*



Reputasi: +181/-0
Offline Offline

Last Login:May 20, 2012, 00:24:17
Posts: 5845


WWW
« Reply #4 on: September 19, 2011, 20:47:56 »

mantab nice info, ndan!! Ijin nyimakk... Meskipun agak pusing baca artikel ini.. jeduut

yang baca pusing ... apalagi yang bikin ngakak
Logged

[ too many DIY, can purge your brain ] -  X-VOC 001
[ S A S 3 4 ]
Tamiya Jadul
Moderator
*



Reputasi: +45/-0
Offline Offline

Last Login:May 10, 2012, 19:18:29
Posts: 977


« Reply #5 on: September 19, 2011, 21:24:24 »

 :-[
Dikasih PR sama kumendan , bener2 puyenk merangkai kata2nya
Untung udah kelar, tinggal diskusinya aja   fiuuhh
Logged

A little over-engineering can be good...
Too much and you're just chasing your tail....
Ian-Ngalam
Anggota X-VOC
*


eMasku

Reputasi: +8/-0
Offline Offline

Last Login:April 03, 2012, 11:25:26
Posts: 252


« Reply #6 on: September 20, 2011, 16:10:12 »

 ngakak ngakak
Logged

X-VOC 093
Champagne AVG 2006
N 357 DK
The Gold AV
Komandan Kompi
****


Keep The XVOC Flying High

Reputasi: +78/-0
Offline Offline

Last Login:May 19, 2012, 22:30:41
Posts: 1761


« Reply #7 on: September 20, 2011, 23:50:44 »

Sip..lah.....Nice Info...

Salute buat Om Sas dan Mas Tolo yg suah bikin skripsi tanpa dosen pembimbing...
(sorry istilahnya rada serem...)

mantabbravo deh:
Logged

SoA
Anggota X-VOC
*


Reputasi: +8/-0
Offline Offline

Last Login:February 19, 2012, 11:42:53
Posts: 550


« Reply #8 on: October 06, 2011, 17:14:57 »

pusing euy bacanya..
tapi untung ada kesimpulan di postingan yang di bawah..
Logged

yang mau cabinnya terang klik ini aja..http://forum.x-voc.com/index.php/topic,606.0.html
R_4_FLI
Forum Support
***


Jump-Bee

Reputasi: +34/-0
Offline Offline

Last Login:May 20, 2012, 22:35:28
Posts: 1363


« Reply #9 on: November 05, 2011, 14:35:28 »

om docars,

mau tanya, kalo oli transmisi yg rekomend utk xexi SAE berapa and GL berapa om

td barusan ane ganti kata mekaniknya bagus SAE140 GL-5, setelah ane lihat2 ternyata katanya ada efeknya  

tulisan dikalengnya TOP ONE SAE 140 GL-5/GL-4/MT-1

apa bener ya om, kalo emang bener yo wes tak ganti lagi, gpp terbuang 100rb dr pada ada efek yg lebih besar lagi
Logged

Xexi 05 Jump-Bee
[ X-VOC 089 ]
silvervanza
Anggota X-VOC
*



Reputasi: +39/-0
Offline Offline

Last Login:May 18, 2012, 18:39:41
Posts: 997


« Reply #10 on: November 05, 2011, 16:18:52 »

Asli baru liat trit ini.. mantappp..!!! mantab
Logged

Verza
KT 1828 GA
X-VOC 038
[ S A S 3 4 ]
Tamiya Jadul
Moderator
*



Reputasi: +45/-0
Offline Offline

Last Login:May 10, 2012, 19:18:29
Posts: 977


« Reply #11 on: November 05, 2011, 16:56:22 »

Transmisi pk sae 140 ?
Logged

A little over-engineering can be good...
Too much and you're just chasing your tail....
R_4_FLI
Forum Support
***


Jump-Bee

Reputasi: +34/-0
Offline Offline

Last Login:May 20, 2012, 22:35:28
Posts: 1363


« Reply #12 on: November 05, 2011, 18:06:25 »

Transmisi pk sae 140 ?

iya om, itu usulan org toko oli itu, apa dia jg ga tau ya 

Logged

Xexi 05 Jump-Bee
[ X-VOC 089 ]
[ S A S 3 4 ]
Tamiya Jadul
Moderator
*



Reputasi: +45/-0
Offline Offline

Last Login:May 10, 2012, 19:18:29
Posts: 977


« Reply #13 on: November 05, 2011, 20:02:49 »

kl transmisi pk 140 sih jujur aja gak pernah nyoba, krn untuk kekentalan segitu lebih cocok untuk exteme pressure, yg biasa di pakai di gardan untuk mobil beban atau mobil drag.
Ada sih kepikiran mo pake 140 untuk gardan tamiya, biar bunyi dr gardan bs lbh senyap saat lepas kopling di gigi rendah (engine break) dan tidak terlalu speleng (penyakit uds).
Tp balik ke transmisi nih mas, dg 140 masuk gigi apa tidak lbh sulit terutama gigi mundur ?
Logged

A little over-engineering can be good...
Too much and you're just chasing your tail....
R_4_FLI
Forum Support
***


Jump-Bee

Reputasi: +34/-0
Offline Offline

Last Login:May 20, 2012, 22:35:28
Posts: 1363


« Reply #14 on: November 05, 2011, 20:06:14 »

memang agak seret pindah giginya om, besok tak ganti aja

salah ane jg sih ga lihat di manual book
Logged

Xexi 05 Jump-Bee
[ X-VOC 089 ]
Pages: [1] 2  All   Go Up
Print
Jump to: