Dirangkum dari berbagai sumber di internet

Oil Pressure Gauge & Sender/Sensor
Membaca alat pengukur tekanan oli (oil pressure gauge / OPG) bertujuan untuk mencegah kerusakan pada komponen internal mesin. Artikel ini akan menguraikan pembacaan tekanan oli yg seharusnya dan menunjukkan alasan mengapa tekanan oli bisa terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Oli merupakan darah dari mesin yang harus terus bergerak di antara komponen yang satu dengan yang lainnya, jadi adanya tekanan oli dalam mesin sangat penting. Salah satu indikator bahwa oli sedang mengalir dengan baik atau tidak adalah OPG, dimana untuk standardnya hanyalah berupa indikator lampu oli di panel dashboard.
Walaupun ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan OPG ini untuk salah membaca tekanan yg sesungguhnya, namun seidaknya kita dapat mengetahui perubahan tekanan oli dalam mesin, dimana sekali lagi tekanan oli yg sesuai merupakan hal penting untuk mencegah kerusakan pada mesin.
Bagaimana Oil Pressure Gauge BekerjaPengukur tekanan oli menentukan berapa banyak oli dipompa melalui bagian mesin, dengan menampilkan tekanan oli melalui sensor/sender yang terhubung ke meter/gauge OPG. Saat mesin mulai bekerja, pompa oli bekerja untuk mempompa oli dari bak oli karter di bagian bawah mesin, dan bersirkulasi melalui saluran di blok mesin, melewati ke bantalan pelumas, crankshafts, piston, dan bagian-bagian mesin yang bergerak.
Setelah oli terpompa keluar, akan mengalir kembali ke bak oli di bagian bawah mesin di mana ia akan pick-up kembali oleh pompa untuk dilakukan re-sirkulasi. pembacaan tekanan oli ini adalah tekanan yang tercapai ketika oli sedang bergerak melalui bagian-bagian yang diukur dan ditampilkan pada meter OPG.
Idealnya, tekanan oli harus tetap antara 10 psi dan 70 psi, dimana setiap kenaikan 1000 rpm akan terjadi kenaikan tekanan oli 10 psi dan jika tekanan oli berada di bawah tingkat minimal secara terus menerus, maka sebaiknya segera hentikan kendaraan. Hal pertama dan termudah untuk dilakukan adalah memeriksa adanya oli yg cukup di mesin dengan menggunakan dipstick oli mesin.
Apa Penyebab Tekanan Oli Mesin Rendah?Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan tekanan oli turun, termasuk kerusakan pada sistem sirkulasi oli dan kontaminasi dari oli itu sendiri. Untungnya, tidak semua dari merupakan hal serius, dan beberapa penyebab tekanan oli rendah dapat dengan mudah diselesaikan.
Berikut adalah beberapa alasan lain mengapa tekanan oli mesin bisa rendah.
• Tingkat oli rendah - Alasan paling umum untuk tekanan oli rendah adalah tidak adanya oli dalam jumlah yang cukup. Hal ini dapat dengan mudah diselesaikan dengan topping oli.
• Viskositas atau kekentalan oli rendah - Menggunakan oli encer atau rendah viskositas menyebabkan oli akan melewati jeroan mesin lebih bebas, sehingga mengurangi resistensi. Jika pembacaan tekanan oli lebih rendah setelah mengganti oli dgn type lain, hal itu kemungkinan besar disebabkan dari penggunakan oli viskositas rendah.
• Suhu oli yang tinggi - Dengan meningkatnya oli suhu, viskositas oli akan menurun dan menyebabkan hasil pembacaan yang sama ketika viskositas oli terlalu rendah.
• OPG rusak, bisa di gauge atau di sender unit - Bisa terjadi bacaan pada pengukur tekanan tidak bekerja dengan benar seperti ketika gauge atau sender tidak bekerja. Untuk memverifikasi bahwa gauge atau pengirim tidak bekerja, dapat digunakan sensor tekanan manual untuk memeriksa/memastikan tekanan oli yang benar.
Apa Penyebab OPG Terbaca Tekanan Tinggi sebenarnya lebih umum terjadi pembacaan tekanan di OPG rendah daripada tinggi, sehingga bila sampai terjadi pembacaan tekanan yg selalu tinggi di OPG, maka hal ini bisa disebabkan oleh adanya jalur oli yg mengalami penyumbatan, walaupun oli masih bisa mengalir melalui oil pressure relief valve, namun fungsi dari pelumasan sudah tidak sempurna.
KesimpulanOPG bertujuan untuk membaca tekanan oli, agar pelumasan bagian dalam mesin telah dilumasi dengan benar, baik dalam keadaan mesin dingin maupun mesin panas, sehingga bagian dalam mesin tidak mengalami gesekan secara berlebihan.
OPG dapat menunjukkan tekanan olie di mesin pada saat mesin baru dinyalakan atau setelah oli bersirkulasi di dalam mesin. Jika tekanan terlalu rendah (di bawah 10 psi) atau terlalu tinggi (di atas 70psi), pemeriksaan oli mesin yg cukup adalah langkah pertama bila terjadi pressure yg dibawah batas minimal, selanjutnya dgn adanya OPG kita dapat mengetahui bahwa jenis dan viskositas (kekentalan) oli yg sedang dipergunakan sudah sesuai dengan karakter mesin. Dengan OPG ini juga dapat dipergunakan untuk mengecek kondisi dari pompa oli, apakah telah bekerja dengan baik.
Sangat penting untuk belajar bagaimana membaca sebuah pengukur tekanan oli karena penting untuk menjaga bagian yang bergerak dilumasi dengan baik dalam keadaan dingin maupun panas sehingga bagian tersebut tidak bergesekan secara kasar/berlebihan antara satu sama lain. Oil Pressure Gauge adalah bahwa instrumen yang dapat menunjukkan sesuatu yang tidak benar yang berhubungan dengan tekanan olie di mesin pada saat mesin dinyalakan atau saat olie tersebut bersirkulasi di dalam mesin. Jika pada saat mesin sudah panas dan tekanan olie terlalu rendah (di bawah 10 psi) atau terlalu tinggi (di atas 70 psi), memeriksa bahwa ada cukup oli di mesin adalah langkah pertama, memastikan bahwa jenis dan viskositas oli yang sesuai dengan karakter mesin adalah langkah kedua, kemudian cek kondisi pompa oli bekerja apakah telah bekerja dengan baik.